KabarFN.com – Calon Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan menjabarkan situasi dan kondisi Limapuluh Kota saat diwawancarai oleh Pakar Ekonomi Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, Rabu (18/11/2020).

Dengan segala persoalan ekonomi dan banyaknya mangkrak program pemerintahan tahun 2020, kepemimpinan di Limapuluh Kota bakal berat jika dipimpin oleh orang baru dan mantan anggota dewan.

Alasannya, Bupati-Wakil Bupati yang menang dalam Pilkada 9 Desember 2020 ini harus menyelesaikan seluruh Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Limapuluh Kota.

Apalagi masa kepemimpinan kali ini hanya 3,5 tahun yakni dari tahun 2021-2024. Dengan begitu, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bupati-Wakil Bupati Limapuluh Kota periode ini harus seiring dengan RPJP.

Butuh waktu yang panjang bagi orang baru atau mantan anggota legislative untuk bisa memahami RPJP Limapuluh Kota yang telah berlangsung selama 20 tahun terakhir, apalagi menuntaskan.

“Akan berat RPJP Limapuluh Kota terwujud secara penuh jika dipimpin orang yang baru datang ke Limapuluh Kota dan mantan legislative. Pemahaman mereka tentang RPJP dan perkembangannya selama ini, pasti berbeda dengan orang yang pernah menjadi Bupati dan Wakil Bupati.

Sedangkan masa kepemimpinan hanya 3,5 tahun,” sebut Ferizal Ridwan yang juga Wakil Bupati Limapuluh Kota periode 2016-2021.
Selain itu dalam masa periode Bupati-Wakil Bupati 2021-2024, perlu dipahami bahwa ada 30 persen program pemerintah tahun 2020 yang harus diestafetkan ke tahun 2021. Program tahun 2020 banyak mangkrak atau belum berjalan karena pandemi Covid-19.

Artinya, RPJMD Bupati-Wakil Bupati Limapuluh Kota hanya efektif berjalan 100 persen hanya di tahun 2022. Sedangkan tahun 2023, program pemerintah dipastikan akan terpengaruh oleh tahapan Pemilu 2024.
“Beban kerja Bupati-Wakil Bupati Limapuluh Kota di tahun 2021 bertambah, ada 130 persen. Yang efektif hanya satu tahun yaitu tahun 2022.

Kemudian tahun 2023 program mulai terganggu dengan persiapan Pemilu tahun 2024. Namun, tahun 2023 ini bisa efektif apabila Limapuluh Kota di pimpin oleh Bupati-Wakil Bupati dari jalur independent karena tidak akan terganggu oleh intervensi partai politik dalam tahapan Pemilu tahun 2024. Inilah salah satu alasan kenapa kami maju dari jalur independent. Agar pekerjaan kami bisa full tanpa ada pengaruh politik,” ucap Ferizal.

Kemudian dengan keuangan negara akibat pandemic Covid-19, setiap Kabupaten/Kota di Indonesia akan mengalami pengurangan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Ini akan berat bagi pembangunan daerah dan peningkatan kualitas SDM. Namun, persoalan ini bisa diatasi dengan cara melanjutkan hal-hal positf yang telah dilakukan oleh pemimpin terdahulu. Termasuk menambah peluang pemasukan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Selain keterbatasan waktu dan pengabdian, keterbatasan keuangan juga akan menjadi kendala bagi Bupati-Wakil Bupati Limapuluh Kota periode ini. Makanya, akan berat jika pemimpin Limapuluh Kota memulai semuanya dari awal. Solusinya harus melanjutkan hal-hal positif dari pemimpin yang terdahulu dan menambah peluang bagi daerah untuk pemasukan PAD. Jika dipimpin oleh orang baru, berkemungkinan besar ada beberapa bidang yang dimulai dari awal,” sebut Ferizal.

Untuk menambah PAD, Ferizal – Nurkhalis melakukan langkah-langkah dasar yang strategis agar terjadi peningkatan potensi ekonomi daerah. Dimana pemerintah hadir untuk mendukung masyarakat berkreasi dan improvisasi dalam menciptakan produk-produk bernilai ekonomis.

Disamping itu, menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dengan pola bertumbuh atau yang telah dilaksanakan oleh masyarakat saat ini. Dengan dua metode ini, Kepemimpinan Ferizal Ridwan – Nurkhalis bisa menyerap PAD dari pergerakan ekonomi yang muncul dari masyarakat. Tanpa harus bergantung dari PAD yang telah pasti dari tahun ke tahun.

Untuk itulah Ferizal berkomitmen apabila terpilih menjadi Bupati Limapuluh Kota, akan menghilangkan budaya Ego Sektoral. Ini ditujukan agar saat memimpin, waktu dan keuangan tidak mubazir. Ferizal Ridwan – Nurkhalis hanya perlu melanjutkan dan mengembangkan program-program yang berpeluang menjadi keuntungan bagi Limapuluh Kota hingga tuntas. Tanpa harus memulai dari awal lagi. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *