KabarFN.com – Pilihan Ferizal Ridwan – Nurkhalis maju dari jalur Independen dalam kontestasi Pilkada Limapuluh Kota 2020, mendapat sorotan dari paslon lawan. Dari 4 paslon yang bertarung dalam Pilkada Limapuluh Kota, hanya Ferizal-Nurhkalis yang maju dari jalur Independen. Tiga paslon lain dari Partai Politik.

Dalam debat paslon yang digelar KPU di Aula Kantor Bupati Limapuluh Kota, Rabu (18/11/2020), pilihan Ferizal-Nurkhalis melalui jalur independent ini menjadi perdebatan hangat. Bahkan dua calon bupati lain yakni Muhammad Rahmad dan Safaruddin menilai Ferizal – Nurkhalis tak butuh legislative dan pengaruh partai politik dalam menjalankan roda pemerintahan nantinya.

Pertanyaan soal independent ini pertama kali diutarakan oleh Safaruddin kepada Ferizal Ridwan saat diberi kesempatan bertanya.
“Kami bertiga ini adalah pasangan yang diusung oleh Partai Politik. Sedangkan Ferizal-Nurkhalis dari Independen. Dalam penyampaian visi-misi saudara (Ferizal-red), seakan-akan tidak membutuhkan keberadaan dan peran partai politik dalam perjalanan roda pemerintahan. Mohon dijelaskan,” sebut Safaruddin.

Kemudian pertanyaan yang hampir sama juga disampaikan Muhammad Rahmad kepada Ferizal. ia menyebutkan dalam penyampaian visi-misi Ferizal-Nurkhalis, seakan tidak membuthkan keberadaan Legislatif. Padahal seluruh anggota Legislatif Limapuluh Kota berasal dari partai politik.

Mendapat pertanyaan tersebut, Ferizal menekankan kepada seluruh masyarakat Limapuluh Kota bahwa apabila menjadi Bupati Limapuluh Kota 2021-2024, ia tidak akan melepaskan peran DPRD dan partai politik dalam membangun Limapuluh Kota. Pemahaman bahwa pemerintahan dari jalur independent tidak butuh partai politik dan DPRD itu salah besar.
“Pemerintahanan dari jalur Independen bukan berarti tidak butuh peran parpol dan DPRD.

Ini yang salah dipahami oleh mereka yang belum paham tentang aturan ber-Tata Negara. Kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati dari jalur independent itu tanpa intervensi partai politik. Bukan berarti tidak mau bekerjasama dengan partai politik dan legislatif,” sebut Ferizal.

Ferizal juga mengatakan sebuah hal yang wajar jika adanya lawan politik menggiring opini tersebut. Ini bukti bahwa ada kekuatan politik yang takut atas keinginan Ferizal-Nurkhalis untuk menata kembali posisi setiap Lembaga agar berjalan sesuai tugas masing-masing agar terwujudnya profesionalitas.

“Ini bukti bahwa ada kekuatan politik yang takut tidak lagi bisa mengintervensi pemerintah dan lembaga lain jika kami menang Pilkada 2020. Makanya dibuat isu dan opini bahwa kami tidak butuh partai politik dan DPRD. Keinginan kami mengambil langkah independent ini adalah membangun profesionalitas masing-masing Lembaga. Agar setiap Lembaga bisa menjalankannya tugas masing-masing tanpa ada ikut campur unsur lain,” kata Ferizal.

Disebutkan Ferizal jika roda pemerintahan masih berjalan dengan intervensi dari pihak lain, focus program tidak akan maksimal. Karena ada titipan maupun urusan dari luar yang ingin nebeng (berbonceng-res) didalam program tersebut. Apalagi berbau politik anggaran. Bisa-bisa keuangan untuk masyarakat tidak sampai seperti yang semestinya.

“Jadi pola-pola seperti ini yang ingin kami ubah. Kami Limapuluh Kota maju dan bermartabat. Setiap Lembaga punya tugasnya masing-masing. Jadi berjalanlah sebagai tugas tersebut dengan professional. Apalagi sampai menyentuh politik anggaran yang dalam aturan berada di tangan kepala daerah,” ucap Ferizal.

Jika memang Ferizal-Nurkahlis menang dalam Pilkada 9 Desember 2020, ia sangat membutuhkan Ide, Peran, kritikan dan pengawasan dari Partai Politik dan DPRD. Ini untuk meningkatkan kualitas kerja Pemerintahan. Dengan begitu, apa program dan anggaran yang telah disetujui antara pemerintah dan DPRD bisa berjalan maksimal.

“Jadi dengan ide, peran. Kritikan dan pengawasan yang dilakukan oleh partai politik dan DPRD, bisa mewujudkan pemerintahan yang lebih baik. Saya sebagai kepala daerah juga bisa mendapatkan bahan untuk evaluasi atas kinerja para jajaran,” kata Ferizal. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *