KabarFN.com – Debat calon Kepala daerah kabupaten Limapuluh Kota yang digelar oleh KPU di Aula Kantor Bupati Limapuluh Kota, Rabu (18/11/2020) malam, Panelis melirik tingkat kepercayaan masyarakat yang menurun terhadap pemimpin politik yang menang Pilkada. Topik ini dilontarkan ke Wakil Bupati Limapuluh Kota, Nurkhalis dalam pertanyaan sesi kedua.

Pertanyaan ini berasal dari amplop angka F yang dipilih oleh Nurkhalis dari beberapa amplop di tangan panelis, Charles Simabura. Amplop ini ternyata memberikan gambaran bahwa dari pengamatan tim Akademisi, Pengamat politik dan pemerintaha bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pilkada semakin menurun. Ini disebabkan semakin rendahnya rasa simpati masyarakat kepada pemimpin politik yang menang Pilkada.

“Apa yang akan anda lakukan dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat atas persoalan ini jika menang dalam kontestasi Pilkada 2020 ini?,” sebut Charles kepada Nurkhalis.

Mendapat pertanyaan ini, Nurkhalis secara spontan langsung menjelaskan jawaban atas kondisi tersebut ada dalam Independent. Inilah satu-satunya jalan agar bisa terciptanya reformasi politik dan birokrasi. Dengan adanya hasil pengamatan para ahli yang membuktikan terjadi penurunan partisipasi dan antusiasme masyarakat Limapuluh Kota terhadap Pilkada, berarti ada yang salah dengan proses perjalanan politik di Limapuluh Kota ini.

“Pertanyaan panelis bacakan barusan, juga menjadi kerisauan saya atas keberlangsungan politik dan masyarakat Limapuluh Kota. Karena itulah saya bersama kakanda Ferizal Ridwan maju melalui jalur Independen. Inilah satu-satunya jalan agar terciptanya reformasi politik dan birokrasi di Limapuluh Kota ini,” sebut Nurkhalis.

Peluang untuk mewujudkan reformasi politik dan birokrasi melalui jalur independent ini sangat terbuka lebar. Posisi Independen tidak terikat dengan partai politik. Ini bisa meminimalisir adanya intervensi politik dari sisi manapun. Dengan begitu, kepemimpinan Ferizal-Nurkhalis bisa meletakkan kembali peran pemerintah dan instansi lain sesuai dengan tupoksi masing-masing.

“Jadi tidak akan lagi yang turut ikut campur maupun intervensi ke sebuah instansi. Dengan independent kami akan menata kembali apa yang seharusnya menjadi pekerjaan bagi pemerintahan dan instansi lain sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Limapuluh Kota memang harus seperti ini jika ingin menjadi daerah yang maju,” kata Nurkhalis.

Nurkhalis juga mengatakan bukan rahasia umum lagi jika kepala daerah berasal dari partai politik akan terikat dengan kepentingan politik partai. Alangkah beruntungnya masyarakat Limapuluh Kota mau memilih kepala daerah dari jalur Independen. Karena konsentrasi kepala daerah tidak akan terpecah oleh kepentingan politik partai. Tetapi focus 100 persen dicurahkan kepada masyarakat.

“Kepercayaan masyarakat terhadap pilkada bisa meningkat apabila kepala daerah mencurahkan 100 persen perhatiannya kepada masyarakat. Jika kepala daerah pikirannya masih terbagi untuk urusan politik partai, masyarakat akan menyimpulkan kepala daerah bekerja setengah-setengah. Jadi jangan salahkan masyarakat apabila tingkat kepercayaan mereka menurun kepada kepala daerah pimpinan politik,” sebutnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *