Kabarfn.com-Pilihan Ferizal Ridwan – Nurkhalis maju dalam kancah Pilkada Limapuluh Kota tahun 2020 dari jalur Independen, tersirat keinginan untuk menghilangkan budaya ego sektoral yang selama ini terbangun di Limapuluh Kota. Setiap pergantian kepala daerah, terjadi peralihan kekuasaan yang cukup kentara.

Ego Sektoral ini cukup mengganggu Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) yang sudah dirancang sejak tahun 2000 silam. Intervensi dan bisikan ke Bupati membuka peluang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tidak sesuai dengan RPJP. Akhirnya, banyak program yang mangkrak dan pembangunan tidak berjalan efektif.

“Kita tak usah menutup mata. Setiap ganti Bupati, ganti pula dinasti. Akhirnya RPJM banyak yang mangkrak karena program-program yang tak singkron dengan RPJP. Ini yang harus ditanggulangi. Makanya kami memilih jalur independen untuk menghilangkan budaya ego sektoral seperti ini,” sebut Ferizal Ridwan.

Menjabat sebagai kepala Bupati Limapuluh Kota dari jalur Independen, sangat terbuka peluang untuk merubah kebiasaan seperti ini. Selain bertumpu sepenuhnya kepada masyarakat, Independen juga lepas dari intervensi partai politik.

Seluruh program dan rencana bisa terlaksana atas restu masyarakat. Termasuk membantu legislatif untuk kembali pada peran seutuhnya sebagai pengawasan.

“Makanya kami menyebut jalur independen ini sebagai perubahan secara khusus. Jika kita tetap pada pola umum, berarti akan masuk dengan pola yang lama. Masih terikat dalam intervensi partai politik. Jika ingin berubah lebih baik, harus reformasi. Inilah jalan untuk reformasi tersebut. Yaitu jalur independen,” kata Ferizal.

Dalam implementasi independen ini, Ferizal bersama Nurkhalis berjanji tidak akan melakukan perubahan besar-besaran seperti yang dilakukan bupati sebelumnya jika menang dalam Pilkada 2020. Baik ditubuh pemerintahan dan RPJM Daerah tak terlepas dari jalur RPJP. Dirinya malah ingin merangkul seluruh pihak untuk bekerja sama dalam membangun Limapuluh Kota lebih baik.

“Jadi saya tidak ingin ada clan atau kelompok pro-kontra terhadap pemerintah. Semuanya sama dan harus digandeng secara bersama. Ini untuk Limapuluh Kota juga. Jika seperti ini terus, Limapuluh Kota tetap berjalan seperti siput,” sebut Ferizal.

Untuk rencana RPJM, kepemimpinan Ferizal – Nurkhalis tidak akan lepas dari RPJP Limapuluh Kota. Termasuk melanjutkan RPJM Daerah yang telah ia lakukan bersama Bupati Irfendi Arbi selama 4,5 tahun terakhir. Ditambah dengan inovasi dan gebrakan untuk pembangunan fisik dan sumber daya manusia.

“Dengan begini, kita semua akan berjalan di jalur sama. Tidak ada membuat jalur baru yang harus memulai dari nol. Dengan menghilangkan ego sektoral, tugas saya dan Nurkhalis tinggal menyelesaikan dan menuntaskan seluruh program yang telah disiapkan. Baik program yang lama maupun program yang baru dari kami,” sebut Ferizal. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *