Limapuluh Kota – Aktivis Petani Sumatera Barat yang juga Calon Wakil Bupati Limapuluh Kota, Nurkhalis tengah merancang Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) gratis untuk anak-anak petani Di Limapuluh Kota. PKBM ini akan diadopsi dari PKBM Gempita yang sudah berdiri selama tiga tahun terakhir di Kota Padang.

“Alhamdulillah saat ini saya dan kawan-kawan tengah merancang 4 PKBM di Limapuluh Kota. Lokasinya nanti di Koto Tinggi (Gunung Omeh), Koto Alam (Pangkalan), Batu Balang (Harau) dan Muaro Paiti (Kapur IX).  Rencana membuat sekolah gratis untuk anak petani ini sudah didudukkan bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat dan petani setempat,” sebut Nurkhalis, Minggu (25/10/2020).

Disebutkan Nurkhalis, pola pembelajaran yang nanti akan berjalan pada PKBM ini sama dengan PKBM Gempita yang didirikannya di Kota Padang. Dimana ada PAUD dan sekolah paket. Untuk sekolah paket, tidak membatasi usia para siswa. Asalkan ada niat siswa untuk mau belajar dan mendapatkan pendidikan formal.

baca juga : https://kabarfn.com/perjuangan-nurkhalis-mencerdaskan-anak-bangsa/

“Sekolahnya gratis, tidak dipungut biaya. Kemudian jam belajarnya bisa disesuaikan. Tidak harus kaku seperti sekoah formal lain.  Sekolah ini nanti untuk anak petani maupun anak putus sekolah yang terkendala dengan biaya pendidikan. Metode dan pola pendidikannya sama dengan PKBM Gempita yang sudah saya bangun di Kota Padang sejak tahun 2018 kemarin,” Ucapnya.

Niat untuk mendirikan PKBM di Limapuluh Kota ini, karena Nurkhalis masih melihat banyak anak-anak petani yang tidak bersekolah. Termasuk angka putus sekolah yang masih tinggi di Limapuluh Kota. Mayoritas alasan dikarenakan tidak memiliki biaya.

Sebelumnya, Nurkhalis berhasil mendirikan PKBM Gempita yang merupakan sekolah gratis untuk anak petani dan anak putus sekolah karena terkendala biaya di Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Sekolah ini didirikan pada akhir tahun 2017 dan sudah mendapat legalitas sebagai sekolah formal oleh Dinas Pendidikan Kota Padang.

PKBM Gempita bisa dibilang Second Choise (pilihan kedua-red). Dimana PKBM Gempita sebagai solusi bagi anak-anak yang terkendala biaya maupun suasana sekolah yang mengikat. Di tahun 2020 ini, siswa PKBM Gempita tercatat untuk PAUD sebanyak 38 siswa dan sekolah paket 134 siswa.

Sedangkan alumni PKBM Gempita sudah lebih 500 siswa. Dimana para siswa bisa memanfaatkan ijazahnya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi maupun mencari pekerjaan. (MC-KabarFN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *