KabarFN.com – Pencerahan untuk seluruh petani Limapuluh Kota. Dari 4 pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Limapuluh Kota yang akan bertarung pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang, ada sosok seorang petani.

Ia adalah Nurkhalis, Calon wakil Bupati yang mendampingi Ferizal Ridwan.
Nurkhalis adalah seorang petani yang sehari-hari hidupnya dihabiskan di sawah dan ladang.

Asam garam kehidupan petani, sudah puas dirasakan. Ia paham betul apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan petani. Apalagi, dimasa pandemi COvid-19 yang tak tahu kapan akhirnya, butuh kebijaksanaan atas orang paham akan petani.

Nurkhalis berbincang bersama petani

Nurkhalis bukan haji mumpung yang muncul ke tengah petani disaat Pilkada akan digelar dan menebar janji manis untuk kesejahteraan petani.
Melihat sepak terjang Nurkhalis di sektor petani, ia sudah berbuat belasan tahun sebelum Pilkada Limapuluh Kota tahun 2020 ini digelar.

Deretan prestasi dan apa yang telah diperbuatnya, sudah tak terhitung lagi. Makanya, nama Nurkhalis cukup harum di kalangan petani di Sumtera Barat.

Salah satu contoh yang pernah diperbuat Nurkhalis, Bisa kita lihat saat ia gigih memperjuangkan Perda turunan dari UU No 19 tahun 2013 tentang perlindungan petani dan pemberdayaan petani di tingkat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Perda ini merangkum segala jaminan petani. Baik pemberdayaan kualitas, permodalan, jaminan harga sampai pada petani apabila gagal panen. Apabila Perda ini bisa hadir di Limapuluh Kota, jaminan kesejahteraan petani sudah didepan mata.

Bagi Nurkhalis, membicarakan Perda ini di Limapuluh Kota bukan masa kampanye Pilkada tahun 2020 ini saja. Sejak tahun 2018, Nurkhalis atas nama Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Sumatera Barat sudah berulang kali melakukan lobby kepada Bupati Limapuluh Kota dan jajaran. Hanya saja, perjuangan ini belum membuahkan hasil karena respon dari Pemkab Limapuluh Kota cukup dingin.

Sekarang dengan langkah pilkada, ada kekuatan baru untuk memperjuangkan Perda ini ada di Limapuluh Kota. Namun, Nurkhalis meminta perjuangan ini tidak hanya ia lakukan sendiri. Dengan ketulusan atas nama petani dan kesejahteraan petani, ia meminta kepada seluruh petani Limapuluh Kota untuk ikut berjuang Bersama agar Perda ini hadir secara nyata.

Memilih Nurkhalis sebagai Wakil Bupati Limapuluh Kota pada 9 Desember 2020 mendatang, berarti petani sudah turut memperjuangkan nasibnya secara bersama-sama. Jangan sampai kesempatan emas ini terbuang sia-sia.

Bentuk keseriusan Nurkhalis berjuang bisa dilihat dari pilihannya maju dari jalur Independen. Sebuah jalan untuk memimpin Limapuluh Kota tanpa intervensi dari partai politik dan tanpa nepotisme. Seratus persen, Pemerintahan Ferizal Ridwan – Nurkhalis dari jalur independent tidak akan bisa berjalan tanpa melibatkan masyarakat secara utuh, termasuk petani.

Jika Perda ini lahir di Limapuluh Kota, tidak sedikit dampak positifnya bisa dirasakan petani. Selain produktifitas meningkat, kualitas bisa terjaga dengan metode pertanian modern. Modal tani dipermudah tanpa bunga dan harga stabil. Ini juga solusi bagi petani gambir yang menjerit soal harga yang terus turun. Termasuk jaminan gagal panen, yang dijamin oleh Pemerintah untuk mengganti kerugian petani.

Bukti-bukti Nurkhalis mengabdikan diri kepada petani sudah tak berbilang lagi di Sumatera Barat. Di Limapuluh Kota sendiri, tahun 2019 dan 2020 ini ia sudah menghadirkan program 400 drainase untuk pengairan sawah. Ini diproses tanpa mengeluarkan satu rupiah pun dan tanpa jabatan apapun. Semuanya diurus dan diperjuangkan saat berstatus petani seperti saat ini. Drainase ini terlaksana atas kejelian Nurkhalis bisa melihat celah dalam program pemerintah pusat dan memberdayakan relasi.

Untuk para petani Limapuluh Kota, masih ragu kah anda memilih Nurkhalis ?. Mari kita renungkan baik-baik Nurkhalis dalam hati masing-masing. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *